-->

Hobi Tanaman Hias di Perantauan


 

 

Pembatasan sosial pada masa pandemi memaksa aku  buat lebih poly menghabiskan saat pada tempat tinggal  . Untuk menciptakan suasana tempat tinggal   lebih nyaman sekaligus membuka kesempatan memeriksa hal baru, aku  mencoba merawat tumbuhan  hias.

Awalnya aku  berpikir merawat tumbuhan  hias bukan suatu aktivitas yg sulit. Saat masih tinggal pada Jakarta, aku  terbiasa melihat bunda aku  bekerja pada pekarangan mengurusi tumbuhan  kesayangan beliau. Tanaman dipindah berdasarkan pot ke tanah, diberi pupuk, diatur penempatannya supaya sedap dilihat, disiram setiap pagi atau sore, dipangkas buat menjaga kerapihan, & banyak sekali kesibukan merawat tumbuhan . Sekarang selesainya hampir setahun mencoba menjalani hobi ini pada Jerman, ternyata hobi ini memang nir semudah yg sebelumnya aku  bayangkan, namun untungnya mampu dipelajari.

Jerman merupakan negara menggunakan empat demam isu. Saya tinggal pada kota bernama Munich yg terletak pada bagian selatan Jerman. Berbeda menggunakan pada Jakarta yg disparitas antar demam isu hujan & kering nir terlalu mencolok, syarat demam isu panas & dingin pada Jerman mampu sangat tidak sinkron. Saat demam isu panas, temperatur pada luar ruangan mampu mencapai 35 derajat Celcius, ad interim pada demam isu dingin waktu malam hari rata-rata -4 derajat Celcius.

Durasi surya bersinar pula tidak sinkron antar demam isu. Jika pada demam isu panas surya mampu bersinar sampai 16 jam, pada demam isu dingin mampu jadi hanya 8 jam apabila langit cerah. Di samping itu penggunaan indera pemanas ruangan pula menghipnotis kelembaban pada pada ruangan. Di demam isu panas, waktu pemanas ruangan nir dinyalakan, kelembaban ruangan mampu mencapai 60 persen. Saat dinyalakan, indera pemanas ruangan menciptakan udara pada ruangan kemarau sebagai akibatnya pada demam isu dingin kelembaban ruangan mampu turun sebagai lebih kurang 40 persen.

Semua syarat ini menciptakan perawatan tumbuhan  hias pada Jerman tidak sinkron menggunakan pada Indonesia, baik tumbuhan  yg terdapat pada luar juga pada ruangan. Saat menyebarkan cerita menggunakan bunda atau sahabat-sahabat aku  pada Indonesia yg pula mempunyai hobi memelihara tumbuhan  hias, memang terasa bahwa memelihara tumbuhan  hias pada Jerman lebih repot dibandingkan pada Indonesia.

Saya memulai hobi ini pada demam isu panas tahun kemudian menggunakan membeli tumbuhan  hias pada pada ruangan. Bermodalkan riset menggunakan Google & YouTube, aku  menetapkan buat membeli beberapa tumbuhan  yg perawatannya dikatakan gampang misalnya Monstera deliciosa, Aloe vera, Zamioculcas zamiifolia, Anthurium, & beberapa jenis tumbuhan  lainnya. Untuk tumbuhan  hias pada luar ruangan, aku  nir terlalu menerima kesulitan buat menetapkan tumbuhan  apa yg akan dibeli, relatif melihat tumbuhan  apa yg tersedia pada pasaran pada demam isu tertentu.

Tanaman yg tahan panas surya, contohnya, hanya bertahan sampai demam isu gugur pada luar ruangan. Jadi tumbuhan  penghuni balkon aku  berganti-ganti setiap demam isu. Sebenarnya terdapat banyak sekali jenis tumbuhan  hias yg mampu bertahan pada empat demam isu apabila ditanam eksklusif pada tanah atau potnya dipindahkan ke ruang bawah tanah waktu demam isu dingin, contohnya bunga Lavender atau bunga Ivy.
Koleksi tumbuhan  hias Fransisca Sax

Merasa percaya diri selesainya mampu memelihara tumbuhan  yg perawatannya gampang, sayapun mencoba memelihara tumbuhan  pada pada ruangan yg perawatannya lebih sulit. Saya mencoba merawat tumbuhan  jenis prayer plants misalnya Calathea, Stromanthe, & Ctenanthe. Di Indonesia tumbuhan  ini dikenal menggunakan nama Meranti. Jenis tumbuhan  tropis ini lebih sulit dipelihara pada Jerman lantaran mereka membutuhkan kelembaban yg tinggi dibandingkan tumbuhan  lainnya. Ini sebagai kasus terutama pada demam isu dingin.

Saya sempat mempertimbangkan buat memasang indera pelembab ruangan (humidifier), tetapi selesainya mencari memahami lebih lanjut aku  risi kelembaban udara yg tinggi bisa menciptakan fungi gampang tumbuh & menyebar pada dinding apartemen. Jamur pada dinding tentunya buruk buat kesehatan penghuni tempat tinggal  . Untuk mengatasinya aku  memberikan pot tumbuhan  pada atas nampan yg diisi menggunakan bebatuan & air. Hal ini menciptakan kelembaban lebih tinggi tetapi proses transpirasi hanya terjadi secara lokal pada lebih kurang tumbuhan  tadi saja. Di samping itu tumbuhan  Meranti membutuhkan air murni sebagai akibatnya air keran pada Munich kurang cocok bagi tumbuhan  ini. Air keran pada Munich memang kondusif buat diminum bagi manusia, tetapi kandungan mineral pada dalamnya terlalu tinggi buat jenis tumbuhan  misalnya Calathea. Sayapun mengumpulkan air hujan berdasarkan balkon pada demam isu panas & demam isu gugur. Di demam isu dingin, aku  mengumpulkan salju berdasarkan balkon kemudian mencairkannya pada pada tempat tinggal  .

Banyak orang pada Jerman memelihara tumbuhan  tropis pada pada ruangan, ad interim tumbuhan  lokal yg lebih mampu mengikuti keadaan menggunakan iklim pada Jerman dipelihara pada luar ruangan. Sayangnya poly berdasarkan tumbuhan  hias yg tersedia pada Jerman nir dikembangbiakkan secara regional, melainkan didatangkan berdasarkan negara lain misalnya Belanda, Belgia, Italia atau Spanyol. Bahkan tumbuhan  hias yg eksotis & langka pada Jerman pula diimpor eksklusif berdasarkan negara-negara beriklim tropis, termasuk Indonesia.

Perilaku konsumsi ini sebenarnya kurang ramah lingkungan lantaran jejak karbon yg didapatkan berdasarkan proses impor jauh lebih tinggi apabila dibandingkan menggunakan membeli produk lokal. Saya berusaha lebih memperhatikan berdari berdasarkan tumbuhan  yg akan aku  beli contohnya menggunakan melihat label pada pot tumbuhan  atau membeli eksklusif pada loka pembibitan tumbuhan . Selain itu aku  lebih tak jarang membeli tumbuhan  atau anakannya berdasarkan penyuka tumbuhan  hias lainnya pada Munich melalui lembaga jual beli online. Di samping aku  mampu menawar & menerima harga yg lebih murah daripada membeli pada toko tumbuhan , terbuka kesempatan buat menerima hubungan baru walau pada tengah pandemi. Kami mampu saling bertukar berita mengenai tumbuhan .
Kreasi tumbuhan  Sukulen buat dekorasi Natal

Setelah hampir setahun memelihara tumbuhan  hias pada tempat tinggal  , poly hal baru yg aku  pelajari. Memantau pertumbuhan tumbuhan  yg lambat berdasarkan hari ke hari memang pas menggunakan aktivitas pada tempat tinggal   semasa pandemi yg nir sedinamis tahun-tahun sebelumnya. Saya & beberapa kenalan telah merencanakan apabila pandemi ini suatu waktu telah berlalu & kami mampu melancong ke banyak sekali loka misalnya dulu, kami akan saling menitipkan tumbuhan  hias ad interim yg lain berpetualang pada luar tempat tinggal  . Sekarang ini, kami menikmati dulu merawat tumbuhan  hias pada tempat tinggal   masing-masing.

LihatTutupKomentar