-->

Board Game Sebagai Media Konseling

 Bermain merupakan aktivitas yg krusial & nir sanggup dipisahkan menurut perkembangan anak. Melalui aktivitas bermain anak bisa berimajinasi, mengekspresikan dirinya secara kreatif, tahu peraturan, sekaligus belajar buat menuntaskan masalah. Sebagai psikolog anak, aku  kerap mengintegrasikan aktivitas bermain menggunakan klien pada diagnostik atau hegemoni psikologis.

Ketika anak atau remaja pertama kali tiba pada aku , mereka & aku  membutuhkan saat buat menjalin rekanan. Anak & remaja biasanya nir merasa nyaman buat pribadi berbicara mengenai konduite mereka yg bermasalah lantaran umumnya mereka dirujuk sang orang dewasa lain buat tiba pada aku . Hubungan timbal kembali  yg difasilitasi melalui aktivitas bermain bisa mendorong tumbuhnya rasa percaya pada rekanan terapeutik.

Sejak bekerja menjadi psikolog pada Jerman, aku  memperluas perbendaharaan permainan menggunakan beragam board game. Jenis permainan ini sangat terkenal pada Jerman. Saat ini pada Indonesia board game semakin terkenal dibandingkan beberapa dasa warsa lalu. Sewaktu aku  mini   misalnya, board game yg populer hanya sebatas Monopoli, Ular Tangga atau Halma.

Di Jerman board game bisa ditemukan menggunakan gampang pada loka yg poly dikunjungi anak misalnya sekolah, perpustakaan, daycare, atau ruang tunggu praktik dokter. Di loka aku  tinggal bahkan terdapat satu komunitas board game yg setiap Jumat malam bertemu buat bermain beserta.

Salah satu board game yg terkenal lintas generasi pada Jerman merupakan Mensch √§rgere Dich nicht. Di permainan ini pemain menjalankan bidak permainannya sinkron jumlah titik pada lemparan dadu. Pemain pertama yg berhasil membawa seluruh bidak bagiannya menurut luar ke „rumah" masing-masing akan sebagai pemenang pada permainan ini. Walaupun terkesan gampang, permainan ini relatif mendorong sisi kompetitif lantaran pemain bisa melempar keluar bidak versus menurut lintasan permainan.

Setiap board game mempunyai peraturan eksklusif & sanggup jadi khusus ditujukan buat individu mulai usia eksklusif. Umumnya board game dimainkan sang 2 orang sebagai akibatnya cocok buat dimainkan dalam ketika konseling. Selama bermain, aku  bisa mengobservasi kemampuan atau potensi klien yg tak jarang nir ditunjukkan pada aktivitas sehari-hari pada kelas atau kelompok. Selain itu aku  sanggup melihat reaksi klien dalam ketika beliau menang atau wajib  mendapat kekalahan.

Tidak sporadis juga terdapat klien yg mencurangi aku  atau justru membisu saja ketika melihat aku  bermain menggunakan curang. Beberapa klien yg awalnya pemalu & menjaga jeda sebagai lebih percaya diri buat berbicara ketika mengungkapkan cara bermain & peraturan board game yg belum aku  ketahui. Percakapan yg timbul ketika atau selesainya terselesaikan bermain bisa berlangsung menggunakan lebih terbuka & nir canggung. Saya bisa mendukung klien belajar hal eksklusif menggunakan memakai board game yg sinkron.

Saya tak jarang memakai board game pada konteks konseling. Saat ini aku  bekerja menjadi psikolog pada sebuah daycare buat anak & remaja berkebutuhan spesifik pada Munich, Jerman. Sebagian akbar  klien pada loka aku  bekerja mempunyai disabilitas intelektual, adalah mereka mempunyai 

 

 

 

keterbatasan  pada fungsi kognitif, komunikasi, rekanan sosial, & perawatan diri. Jika dibandingkan menggunakan individu seusianya pada belajar, klien aku  secara signifikan membutuhkan saat yg lebih usang   & pengulangan yg lebih tak jarang buat tahu sebuah konsep. Percakapan pun akan lebih gampang dimengerti apabila memakai media yg konkrit misalnya permainan. Di samping disabilitas intelektual, poly juga klien aku  yg mempunyai komorbid menggunakan gangguan perkembangan lainnya misalnya autisme. Board game & perlengkapan yg dipakai diubahsuaikan secara individual menggunakan taraf pemahaman & kemampuan klien dan tujuan konseling.
Dadu & materi permainan dibuat supaya gampang digenggam sang anak
Beberapa board game di Jerman

Salah satu board game yg tak jarang aku  gunakan merupakan Prinzessin Zauberfee menurut Haba. Di permainan ini pemain secara bergantian menggambar bentuk benda eksklusif pada punggung versus mainnya atau pada udara misalnya layaknya penyihir. Kemudian versus mainnya wajib  menebak benda apa yg digambar. Permainan ini nir memerlukan obrolan antar pemain sebagai akibatnya aku  mainkan umumnya beserta klien yg pada awal konseling menolak buat berbicara.

Sebelum bermain aku  wajib  mengungkapkan cara bermain & bertanya apakah aku  boleh menggambar pada punggung klien. Di samping itu permainan ini jua bermanfaat buat membantu klien belajar buat konsentrasi melihat atau mencicipi gerakan gambar versus main. Untuk itu aku  sengaja menggambar menggunakan lebih lambat atau lebih cepat pada udara atau pada punggung klien.
Permainan Prinzessin Zauberfee

Board game sanggup dihasilkan pada Jerman tanpa perlu mengeluarkan poly uang. Perpustakaan lokal pada Jerman biasanya mempunyai koleksi permainan yg bisa dipinjam sang anggota perpustakaan. Di samping itu poly famili mempunyai board game pada rumah. Saat anak-anak pada famili bergerak dewasa, umumnya board game yg nir lagi sinkron menggunakan usia anak dijual pada lembaga jual beli online menggunakan harga miring atau bahkan gratis. Saya tak jarang bertanya pribadi pada penjual bagaimana cara memainkan board game yg aku  beli menurut mereka. Jika nir terdapat kesempatan buat bertanya, masih ada poly kanal YouTube yg membahas board game, nir hanya buat permainan anak tetapi jua buat orang dewasa.

Pasar board game pada Indonesia terus berkembang pada beberapa tahun belakangan. Penerapan board game pada konteks konseling atau bahkan terapi bisa sebagai landasan kerjasama perancang board game & konselor atau psikolog pada Indonesia. Dengan pendekatan yg kreatif, pelayanan kesehatan mental bisa dilakukan menggunakan lebih menarik & interaktif.

LihatTutupKomentar