-->

Yuk, Budidaya Lele

 


1. Menyiapkan Kolam
Apa yang pertama kali harus disiapkan saat ingin budidaya lele? Tentu saja kolamnya, di mana ikan-ikan lele akan berkembang. Ada beberapa pilihan kolam yang bisa Toppers gunakan. Selain budidaya ikan lele di kolam terpal plastik, kamu juga bisa menggunakan kolam semen, ataupun kolam tanah.
Dalam mempersiapkan kolam, ada beberapa hal, nih yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ukuran kolam. Kolam tidak boleh terlalu kecil, sebab kolam yang terlalu kecil bisa membuat lele kekurangan oksigen. Kedalamannya pun harus cukup sehingga panas matahari tidak tembus dan ikan lele tidak kepanasan. Suhu air yang ideal adalah 20 sampai 28 derajat.
Untuk mencegah munculnya jamur dan menyeimbangkan pH air, kamu bisa menggunakan gara krosok. Tambahkan pula molasses awal untuk mencegah tumbuhnya alga hijau biru.
Selain ukuran dan suhu, ada hal lain juga yang perlu diperhatikan, yaitu lumut. Lumut dan fitoplankton pada kolam dapat mencegah air untuk cepat keruh. Maka dari itu, Toppers harus mendiamkan kolam yang sudah diisi air selama 3-7 hari sampai lumut terbentuk sebelum memasukkan bibit ikan lele.
2. Memilih Bibit
Setelah kolam, tentu saja hal super penting selanjutnya, adalah ikan lele itu sendiri! Memilih bibit lele juga tidak bisa sembarangan, lho.
Kamu harus memilih bibit lele yang unggul. Bibit lele yang unggul akan lebih cepat tumbuh besar, aktif, dan tidak mudah sakit.
3. Menebar Bibit
Bibitnya sudah siap. Lalu, apa lagi yang harus dipertimbangkan? Cara budidaya lele selanjutnya adalah timing dalam menebar bibit. Kamu harus perhatikan juga, lho, waktu saat kamu menebar bibit ikan lele kamu. Lebih baik menebar bibit lele pada pagi atau malam hari, sebab keadaan lele pada saat itu akan lebih tenang.
Tak hanya memperhatikan waktu, kamu pun juga perlu memperhatikan suhu asal bibit dan suhu kolamnya. Pastikan suhu tempat asal bibit lele sama dengan suhu kolam ternak. Hal ini perlu diperhatikan karena benih lele sangat sensitif.
Selain itu, usahakan untuk tidak memasukkan semua bibit lele secara bersamaan. Sebab, hal ini dapat memicu stres bagi ikan lele. Ikan lele yang stres bisa mudah mati.
4. Pisahkan Ukuran Lele
Ikan lele perlu dipisahkan sesuai dengan ukurannya. Ikan yang bertubuh kecil perlu dipisahkan dengan ikan lele yang sudah dewasa agar yang dewasa tidak menyakiti ikan yang masih kecil. Tahap ini kerap dilakukan setelah bibit lele berusia 20 hari di kolam.
5. Air Kolam
Sumber air yang digunakan untuk air kolam harus tetap jernih, Toppers. Jangan sampai sumber airnya terkena limbah. Mengenai kedalaman kolam, sebaiknya dibuat 20 cm saat bulan pertama, 40 cm saat bulan kedua, dan saat bulan ketiga menjadi 80 cm. Agar lebih teduh lagi, Toppers pun bisa menaruh beberapa tanaman air.
6. Memilih Pakan Lele
Jangan lupa juga untuk memilih pakan lele yang baik, ya Toppers! Pemberian makanan bisa setiap pagi, sore dan malam hari, ataupun ditambahkan sesuai kebutuhan.
7. Panen Lele
Setelah sekitar 3 bulan penangkaran, akhirnya yang kamu bisa panen! Rawat dengan baik, supaya panen lelenya sukses!
Setelah panen lele, kamu bisa menggunakan kolamnya untuk menebar bibit lele baru. Namun, pastikan sudah tidak ada sisa ikan lele dalam kolam dan jangan lupa dibersihkan dahulu kolamnya!

LATIHAN FOREX YUK !!!



LihatTutupKomentar