-->

Kebersihan Itu Bagian dari Iman

 


Pesan ini tiada lain sebagai pengingat kepada kita bahwa Nabi Muhammad SAW telah memberi perhatian amat besar pada kebersihan lingkungan. Beliau telah meletakan pedoman dasar lingkungan dan kebersihannya. Hal itu telah mendahului semua deklarasi maupun komitmen-komitmen kebersihan dan lingkungan berbagai organisasi di dunia.

Pernyataan ini juga sebagai pesan berbagai riset ilmiah modern mengenai stressing terhadap lingkungan dan pengaruhnya terhadap kesehatan umum.

Beberapa poin pedoman dasar yang diajarkan Nabi antara lain: tidak mengotori sumber-sumber air, membersihkan halaman beserta pelataran rumah, menghilangkan penghalang di jalan-jalan umum, wajib bersuci secara khusus dan bersunguh-sungguh dengan wudhu dan mandi, memakai wewangian khususnya pada acara-acara keagamaan atau perkumpulan orang-orang Muslim, dan mengharamkan minuman dan makanan yang mengandung kekejian seperti khamar, darah, daging babi, mayat, dan lain sebagainya.

Dalil-dalil Al-quran dan hadits secara mutlak menunjukan besarnya perhatian islam pada kebersihan, kesehatan lingkungan dan menghinadari hal-hal yang dapat menyakii manusia, hewan, dan menghindari hal-hal yang dapat menyakiti mereka.

Dalam ilmu pencegahan penyakit (preventif disease) dan ilmu pengetahuan alam diketahui bahwa memmbiarkan lingkungan kour dan tidak memebersihkannya dari najis, kotoran, atau semua perantara penyebaran wabah, tentu akan memberi dampal buruk yang sangat besar terhadap manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.

Karena itu, pemeliharaan lingkungan menjadi prioritas yang wajib dipenuhi dalam syariat. Melanggarnya atau membiarkannya (tidak melakukan apa-apa) juga akan terhitung sebagi dosa.

Berikut ini akan saya uraikan beberapa sisi pencemaran lingkungan dan pandangan islam dalam memperhatikan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pencemaran sumber-sumber air akan menyebabkan timbulnya beragam penyakit. Air adalah asal dan detak jantung kehidupan. Beberapa bentuk ibadah seperti bersuci, wudhu, dan mandi, semuanya sangat bergantung pada air. Para ahli fikih membuat klasifikasi air menjadi tujuh bagian yaitu: air hujan, air laut, air sungai, air sumur, air mata air, air salju, dan air dingin.

Sedangkan klasifikasi air berdasarkan kesuciannya adalah:

1. Air suci, mensucikan, daan tidak makruh penggunaannya, yaitu air mutlaq
2. Air suci, mensucikan, dan makruh penggunaannya yait air yang terkena sinar mathari
3. Air suci, tidak mensucikan, yaitu air yang telah terpakai atau yang telah berubah warna oleh campuran air najis, yaitu yang telah terkena najis.

Ibnu Abas RA meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Hindarilah tiga hal yang dilaknat.“ Para sahabat berkata, “Apakah hal-hal yang dilaknat itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Seseorang darimu duduk di bawah suatu tempat berteduh atau di jalan, atau di air jernih.” (HR Ahmad).

Duduk di situ berarti membuang air kecil atau besar. Hadits lain diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Janganlah seseorang mengencingi air tergenang, lalu ia mandi, lalu berwudhu darinya.“ (HR An-Nasa’i).

Sebagian besar penyakit, khusunya bilharzias dan ancylostoma dapat menyebar melalui pencemaran sumber-sumber air, khususya air-air keruh.

 



Allah SWT sangat menyukai kebersihan. Itulah sebab umat Islam yang ingin menunaikan sholat diwajibkan bersuci dengan berwudhu. Hal ini agar kita saat berhadapan dengan Allah terjaga dari najis.

"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR. Tirmizi).

Baca juga:
Keutamaan Surat Al-Mulk dan Khasiat Lengkapnya



Apabila ada najis di tubuh apalagi tidak berwudhu maka ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah. Maka itu, harus benar-benar diperhatikan kebersihan. Dengan menjaga tubuh dan lingkungan tetap bersih maka bisa memimalisir risiko badan terkena najis. Efeknya ibadah juga lebih enak dan khusyu.

Dari hadits Ahmad, Muslim, dan Tarmidzi disebutkan:

"Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw bersabda, "Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat". (HR Bukhari)

"Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah." (HR. An Nasa'i, Ahmad).

Baca artikel detiknews, "Kebersihan Itu Bagian dari Iman, Ini Hadits-haditsnya" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-4846639/kebersihan-itu-bagian-dari-iman-ini-hadits-haditsnya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
LihatTutupKomentar